cover_swa xxvii 20111124 - 20111207

Memulai Karier sebagai Profesional Global

Posted on March 31, 2014 ยท

Setelah artikel “Bagaimana Meramu Hard Skill dan Soft Skill” dimuat di SWA, yang antara lain menampilkan pengalaman saya menjadi profesional di luar negeri, cukup banyak pertanyaan yang saya terima melalui e-mail, Facebook ataupun LinkedIn, menanyakan bagaimana cara merintis karier sebagai profesional di mancanegara. Melalui kolom ini saya ingin berbagi ilmu yang saya sarikan dari pengalaman selama menjadi profesional di luar negeri. Hal yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut:

Kuasai bahasa asing

Saya memulai karier resmi dalam arti bekerja di perusahaan, sebagai sales finance intern di General Electric. Manajer SDM yang mewawancarai saya saat itu mengatakan bahwa bahasa inggris saya sangat baik dan menurut dia saya memiliki rasa percaya diri untuk sukses sehingga saya diterima bekerja.

Bangun percaya diri yang tinggi dan mental yang kuat

Setiap tahun, perusahaan tempat saya bekerja sekarang, Standard Chartered Bank, merekrut lulusan terbaik di seluruh dunia dalam program International Graduate yang pesertanya berasal lebih dari 50 negara. Ada hal menarik. Peserta dari Asia Tenggara cenderung terlihat kurang percaya diri dan malu-malu dibanding rekan mereka dari Barat ataupun negara Asia lain seperti India, Cina, Hong Kong, bahkan Afrika. Selain di dalam kelas, di luar kelas pun mereka cenderung berkumpul dengan rekan dari satu negara sehingga membentuk zona nyaman.

Profesional dari India adalah salah satu contoh yang secara umum berhasil menunjukkan kemampuan intelektual mereka dan kemampuan komunikasi yang relatif lebih menonjol dari negara Asia pada umumnya.

Apa yang dapat dilakukan oleh profesional Indonesia? Jangan merasa terintimidasi dengan orang lain apabila Anda memang menguasai dan tahu subjek Anda, dan jangan takut mengemukakan pendapat.

Dalam perjalanan karier, saya semakin yakin bahwa kemampuan orang Indonesia sama sekali tidak kalah dari profesional mancanegara. Ketika mendapatkan beasiswa di Hawaii, Amerika Serikat, dalam kelas yang berisikan profesional andal dari 9 negara, saya merupakan wakil Indonesia yang pertama kali menerima tiga penghargaan prestisius sekaligus.

Menghargai berbagai perbedaan dan terbuka terhadap ide baru

Patut disyukuri Indonesia punya semboyan Bhineka Tunggal Ika. Kita melihat bahwa perbedaan adalah hal yang saling melengkapi sehingga kita menjadi lebih kuat dan bukan pemecah belah. Dalam kancah global, dikenal Diversity & Inclusion yang memiliki semangat sama. Banyak profesional yang terkesan sombong, serta menganggap dirinya paling hebat dan benar. Hal ini sangat tidak dianjurkan karena hanya mendatangkan masalah bukannya kelancaran.

Miliki akses atau jaringan yang mendukung

Apabila sekarang Anda telah bekerja di perusahaan multinasional atau perusahaan nasional yang memiliki jaringan diluar negeri, tentunya kesempatan menjadi profesional global relatif lebih besar.

Miliki pemimpin dan mentor yang ingin menjadikan Anda sukses

Faktor eksternal yang mendukung sukses Anda sebagai profesional global adalah memiliki pemimpin dan mentor yang melihat Anda dapat berkembang, sukses, dan memiliki akses untuk memberi Anda “kesempatan’.

Dukungan dari keluarga dan orang terdekat

Dilema dari banyak profesional global adalah waktu yang dibutuhkan untuk bekerja, belajar, jalan-jalan, perencanaan, pelaksanaan program kerja dan sebagainya menuntut waktu Anda.

I wish u all the best. God bless Indonesia!

Source: SWA xxvii, 24 November – 7 Desember 2011